TRIBE adalah sikap berpikir.
Ia lahir dari ketidakpuasan terhadap cara kebanyakan orang menerima sesuatu tanpa bertanya. Di saat industri sibuk menjual rasa, angka, dan sensasi instan, TRIBE memilih menjual kesadaran, keberanian untuk ragu, keberanian untuk memilih, dan keberanian untuk tidak ikut arus hanya demi diterima.
TRIBE berdiri di antara dua hal ekstrem, patuh tanpa logika dan pemberontakan tanpa arah. Ia tidak berisik untuk terlihat berani, tidak manis untuk dicintai semua orang. TRIBE memilih jalan yang lebih sepi berpikir sebelum percaya, memahami sebelum mengikuti.
Itulah kenapa TRIBE menyebut dirinya The First Second Choice. Bukan karena ia kalah, tapi karena ia sadar, pilihan pertama sering lahir dari impuls, tekanan sosial, dan kebiasaan. TRIBE hadir sebagai pilihan kedua saat seseorang berhenti sejenak, menimbang, dan akhirnya memilih dengan sadar.
TRIBE adalah teman berpikir bagi mereka yang capek dibodohi narasi, capek disederhanakan oleh tren, dan capek hidup dalam logical fallacy yang dibungkus iklan. Ia tidak menjanjikan pelarian, tapi kejernihan. Tidak menawarkan eskapisme, tapi posisi berdiri.
Kalau brand lain ingin disukai, TRIBE ingin dipahami.
Kalau brand lain mengejar volume, TRIBE membangun keyakinan. Dan karena itu, TRIBE tidak untuk semua orang dan memang tidak pernah berniat begitu.
TRIBE ada untuk mereka yang berani sadar.